Profil Sekolah

Sejarah SMP Negeri 6 Purworejo

Perjalanan berdirinya dan perkembangan sekolah dari masa ke masa

Gedung SMP Negeri 6 Purworejo

Sejarah Sekolah

SMP Negeri 6 Purworejo adalah salah satu sekolah tertua di dalam kota Purworejo yang masih berdiri kokoh di tempatnya, banyak perubahan yang dilakukan oleh sekolah, hal ini dilakukan tidak lain karena untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan mengikuti perkembangan jaman.
Sekolah dibuka pada tahun 1958 dengan nama SKN yaitu singkatan dari “Sekolah Kerajinan Negeri”. Dibuka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan dua jurusan yaitu :
Jurusan Mesin mobil ( otomotif)
Jurusan Bangunan meliputi bangunan gedung, bangunan air dan pekerjaan besi.
Pada tahun 1963 SKN berubah menjadi STN ( Sekolah Tehnik Negeri ) 2 Purworejo dengan waktu belajar 3 tahun dengan jurusan yang sama, kemudian setelah siswa lulus bisa melanjutkan ke STM.
Pada tahun 1977, STN 2 Purworejo transisi menjadi SLTP ( Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama ) 4 Purworejo
Pada tahun 2002, SMP Negeri 4 Purworejo diganti nama dengan SMP Negeri 6 Purworejo.
Perubahan dan pergantian nama sekolah tidak merubah kegiatan di sekolah yaitu proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dan murid.
Tugas – tugas mereka tiap hari berlangsung secara rutin dan berkesinambungan serta dalam kondisi yang stabil, tetapi tidak monoton bahkan mengalami perkembangan.
Dalam melaksanakan tugas, para guru biasanya diatur oleh seorang pimpinan (Kepala Sekolah) sesuai dengan kemampuan dan latar belakang pendidikannya. Masing-masing guru mendapat tugas yang khusus dan berbeda satu dengan yang lainnya, misal seorang guru A dengan Ijazah S1 Jurusan Bahasa Indonesia diberi tugas mengajar Bahasa Indonesia di Kelas I A B C D E, sedang guru B mempunyai ijazah yang samadi beri tugas mengajar yang sama pula tetapi pada kelas yang berbeda. Jadi semua guru mempunyai spesialisasi tugas yang berbeda – beda.
Selain guru, sekolah mempunyai karyawan atau disebut staf Sekretariat sekolah yang dipimpin oleh seorang Sekretaris sekolah. Dalam melaksanakan tugasnya staf sekolah diatur oleh Sekretaris sekolah, masing-masing mempunyai spesialisasi tugas yang berbeda berdasarkan kemampuan dan latar belakang pendidikan serta berdasarkan pangkat atau golongannya.
Sekolah mempunyai tugas mencerdaskan dan memberi pendidikan kepada muridnya, keberhasilan murid akan mencerminkan keberhasilan sekolah. Akan tetapi sebenarnya yang menjadi sorotan adalah jika murid mengalami kegagalan maka yang divonis gagal adalah gurunya atau sekolah tersebut.
Sebagai pimpinan atau manager, Kepala Sekolah selalu menekankan kepada bawahannya, yaitu dituntut untuk selalu bekerja lebih baik. Ini sesuatu yang wajar karena orang tua murid telah menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah untuk menggulawentah anaknya agar dapat berhasil dengan baik, disamping itu orang tua murid sudah bersedia membayar biaya pendidikan dan biaya pembangunan sekolah. Sehingga Kepala Sekolah menpunyai beban tanggungan yang berat untuk memberikan yang terbaik pada orang tua murid.
Penekanan Kepala Sekolah bukan hanya karena semata-mata permintaan orang tua murid, tetapi lebih dikarenakan oleh persaingan antar sekolah di sekitarnya, dan pertanggungan Kepala Saekolah kepada atasannya dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo.
Banyak kendala untuk meningkatkan prestasi murid dan mutu kelulusan, salah satunya terletak pada kekurangan guru yang disediakan ( guru PNS dan guru kontrak/bantu ) oleh pemerintah, sehingga sekolah mengangkat GTT ( Guru Tidak Tetap ). Dengan adanya GTT maka sekolah harus banyak mengeluarkan beaya untuk menggaji mereka, meskipun gaji / honor yang diberikan oleh sekolah tidaklah sesuai dengan pengabdiannya bahkan terhitung jauh dari sesuai, sehingga semangat bekerjanya akan sedikit banyak terpengaruh oleh hal tersebut. Kesalahan tersebut sebenarnya bukan oleh sekolah maupun GTT itu, tetapi karena kemampuan orang tua dalam memberikan sumbangan biaya pendidikan sudah ditekan sedemikian rupa sehingga hanya dapat memberikan sumbangan sebesar kemampuannya.
Keadaan jumlah siswa SMP Negeri 6 Purworejo pada tahun Pelajaran 2004/2005 berjumlah 596 siswa dibagi menjadi 15 kelas, rata- rata perkelas 40 siswa. Jumlah guru dan Kepala Sekolah 39 orang terdiri dari PNS 32 orang, GTT dan guru kontrak 7 orang , jumlah Karyawan 12 orang terdiri dari PNS 6 orang dan PTT 6 orang.
Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari Kepala Sekolah sebagai pucuk pimpinan tertinggi dan bertanggung jawab atas seluruh kegiatan di Sekolah, misal kegiatan belajar mengajar, urusan sarana dan prasarana, keuangan, urusan kepegawaian / ketenagaan. Kepala Sekolah dibantu oleh empat orang Wakil Kepala Sekolah yang terdiri dari :
Urusan Kurikulum / pengajaran
Urusan Kesiswaan
Urusan Sarana dan Prasarana
Urusan Hubungan Masyarakat
Partner Kepala sekolah yang lain yang berfungsi sebagai pembantu Kepala Sekolah adalah seorang Sekretaris Sekolah ( dahulu bernama Kepala Urusan Tata Usaha Sekolah ).
Kepala Sekolah mempunyai hak untuk mengangkat para wakil Kepala Sekolah dengan masa jabatan selama 2 tahun atau bisa diangkat lagi, tetapi terhadap Sekretaris sekolah, Kepala Sekolah tidak mempunyai hak dan wewenang untuk mengangkat dan memberhentikannya, karena yang mempunyai kewenangan mengangkat atau menempatkan Sekretaris sekolah adalah Bupati.
Dalam urusan Keuangan, segala kebijakan dilaksanakan oleh Kepala Sekolah dengan mengacu pada Anggaran dan Belanja Sekolah (APBS) yang dibuat oleh Kepala Sekolah bersama Sekretaris sekolah atas persetujuan Anggota Komite sekolah yang beranggotakan Tokoh Masyarakat, Unsur Sekolah dan Orang tua siswa.
Dana dan biaya Sekolah berasal dari dua sumber, yaitu :
Dari sumbangan orang tua siswa
Uang bulanan siswa
Uang Pembangunan
Dari Pemerintah Kabupaten Purworejo
Dana Rutin untuk Operasional sekolah
Honorarium Kelebihan jam mengajar guru PNS, honorarium Guru tidak tetap dan Honorarium Pegawai Tidak Tetap
Sekolah adalah salah satu tempat berkumpulnya orang banyak yang mempunyai ikatan, hubungan antara anggota yang satu dengan yang lainnya akan menimbulkan kontak batin baik langsung maupun tidak langsung, secara manusiawi selalu terjadi perbedaan pendapat bahkan kadang kala bisa meruncing menjadi konflik antar anggota atau setidaknya berseteru. Jika terjadi hal yang demikian maka biasanya hanya Kepala Sekolah selaku pucuk pimpinan yang akan menengahi serta mendamaikan konflik tersebut.

II. Sejarah berdirinya SMP Negeri 6 Purworejo
Pada tahun 1958 lahirlah sekolah kejuruan tingkat pertama, dengan nama SKN yaitu singkatan dari “Sekolah Kerajinan Negeri”. Dibuka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan dua jurusan yaitu :
Jurusan Mesin mobil ( otomotif)
Jurusan Bangunan meliputi bangunan gedung, bangunan air dan pekerjaan besi.
Lama belajar dua tahun, oleh karena para siswa pada umumnya sudah besar-besar dan telah menginjak dewasa maka setelah tamat mereka biasanya tidak melanjutkan sekolah tetapi mencari pekerjaan.
Pada tahun 1963 SKN berubah menjadi STN ( Sekolah Tehnik Negeri ) 2 Purworejo dengan waktu belajar tiap siswa selama 3 tahun dengan jurusan yang sama, kemudian setelah siswa lulus bisa melanjutkan ke STM.
Pada tahun 1977 Pemerintah memandang sekolah kejuruan tingkat pertama tidak efektif dan para alumni sekolah tersebut tidak bisa melanjutkan ke sekolah umum, sehingga sekolah kejuruan seperti STN yang ada di Purworejo dirampingkan, yang semula berjumlah 4 sekolah, hanya menjadi satu sekolah kejuruan yaitu STN 1 Purworejo, yang beralamat di jalan Jogya ( Dungkebo ).
Sehingga STN 2 Purworejo transisi menjadi SLTP ( Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama ) 4 Purworejo, waktu itu guru pengajarnya banyak yang pindah ke STM Negeri dan Swasta, tinggalah guru yang sesuai dengan jurusannya masih bertahan.
Pada tahun 2002, ketika Otonomi Daerah bergulir, maka pengelolaannya di serahkan ke daerah Tk II atau Kabupaten. Tatkala Bupati Purworejo menghendaki semua sekolah Negeri di Kabupaten Purworejo diubah nama SMP Negeri ……( nama Kecamatannya ) menjadi urut sesuai dengan tahun kelahiran sekolah tersebut, maka SMP Negeri 4 Purworejo sejak tanggal 1 Februari 2002 menjasi SMP Negeri 6 Purworejo.
Pada saat itu SMP di Kabupaten Purworejo berjumlah 38 sekolah yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Purworejo, di dalam kota (kecamatan Purworejo) ada 5 SMP Negeri termasuk SMP Negeri 6 Purworejo.
Dalam bidang non akademis, prestasi siswa SMP 6 Purworejo sering tidak kalah dengan sekolah sekolah lain di Purworejo. Hal ini dapat dilihat dengan berbagai kejuaraan yang diperoleh siswanya, misalnya juara pada kejuaraan olah raga dan kesenian.
Pada saat ini SMP Negeri 6 Purworejo mempunyai siswa sebanyak 596 dengan 15 kelas rombongan belajar, dan sarana /prasarana yang terbilang komplit. begitu juga tenaga kependidikan yang terdiri dari guru, staf Tata Usaha dan pesuruh tidak ada kekurangan. Hanya saja masih banyak tenaga honorer , baik itu guru maupun staf sekretaiat.
Para guru 90 % telah mempunyai gelar sarjana S 1 dan Tenaga Tata Usaha yang PNS berjumlah 6 orang dengan masa kerja di atas 10 tahun.
Selama kurun waktu kurang lebih 47 tahun, yaitu sejak SKN sampai sekarang sudah dipimpin oleh 10 orang Kepala Sekolah secara bergantian yaitu :
Bapak Suparno
Bapak Ansyar
Bapak Sudoyo
Bapak Salimin
Bapak Nurman dari tahun 1977
Ibu Ciscilia Suwahyo dari tahun 1983
Bapak Samingin Susilowastoko dari tahun 1994
Bapak Marsono dari tahun 1996
Bapak Achmad Kasinu dari tahun 2003
Bapak Sutopo Slamet, S.Pd. dari tahun 2004
Bapak Joko Sri Sukrisno, S.Pd dari tahun 2006
Bapak HM Fatkur Rejeki, S.Pd. M.M dari tahun 2008 sampai 31 Juni 2010
Ibu Esti Wardani, S.Pd (Plt. dari tgl 1 Juli 2010 s.d 18 Februari 2011), Definitif mulai tanggal 18 Februari 2011 sampai sekarang
PERUBAHAN SK PENDIRIAN SEKOLAH


No.
N a m a
Tanggal dan nomor SK
Berlaku Tgl
1.
SKN I Purworejo
Tg. 25-8-1956
No. 4361/B/III/56
1 – 8 – 1965
2.
STN II Purworejo
Tg. 4 – 4 – 1965
No. 60/Dirpt/BI/65
1 – 8 – 1964
3.
SMP IV Transisi Purworejo
Tg 13 – 11 – 1976
No. 0274/U/76
1 – 1 - 1977
4.
SLTP Negeri 4 Purworejo
Tg. 17 – 2 – 1979
No. 030/U/1979
1 – 4 - 1979
5
SLTP Negeri 6 Purworejo
26 – 09 – 2001
188.4/1041/2001
26 – 9 – 2001